bosjudi Kekalahan dalam aktivitas yang melibatkan risiko finansial—seperti trading atau investasi—memang menyakitkan. Namun, ada satu kesalahan fatal yang sering dilakukan banyak orang setelah rugi: Chasing Losses (mengejar kekalahan).

Ini adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa harus segera “merebut kembali” uang yang hilang dengan melakukan transaksi tambahan yang lebih besar atau lebih berisiko. Alih-alih untung, perilaku ini biasanya justru berakhir dengan kerugian yang jauh lebih dalam.

Berikut adalah panduan praktis untuk menghentikan kebiasaan ini dan menjaga kesehatan mental serta finansial Anda.


1. Akui dan Terima Kekalahan

Langkah pertama adalah penerimaan secara radikal. Uang yang sudah hilang adalah biaya belajar atau risiko yang memang sudah ada sejak awal.

  • Hentikan penyangkalan: Jangan berkata “Saya hanya butuh satu kemenangan lagi untuk balik modal.”
  • Lihat angka secara objektif: Terima bahwa saldo Anda berkurang, dan fokuslah pada bagaimana menjaga sisa saldo yang ada, bukan meratapi yang sudah hilang.

2. Terapkan Aturan “Waktu Tunggu” (Cooling-off Period)

Saat kalah, otak kita berada dalam mode fight or flight. Emosi mendominasi logika.

  • Tutup aplikasi: Segera matikan layar setelah mengalami kerugian besar.
  • Jeda 24 Jam: Jangan melakukan transaksi apa pun selama minimal satu hari. Gunakan waktu ini untuk menenangkan diri dan menjauh dari angka-angka.

3. Evaluasi Strategi, Bukan Keberuntungan

Jangan mencoba menang kembali dengan meningkatkan taruhan atau ukuran posisi. Kembalilah ke rencana awal Anda.

  • Tanyakan pada diri sendiri: “Apakah kekalahan ini terjadi karena kesalahan strategi atau memang bagian dari risiko pasar?”
  • Audit Jurnal: Periksa catatan transaksi Anda. Jika Anda kalah karena emosi, maka menambah transaksi hanya akan memperburuk situasi.

4. Batasi Kerugian Harian (Stop-Loss Limit)

Anda harus memiliki batas maksimal kerugian yang bisa ditoleransi dalam satu hari.

  • Contoh: Jika Anda menetapkan batas rugi 2% dari total modal per hari, maka ketika angka itu tercapai, Anda wajib berhenti, apa pun alasannya.
  • Disiplin adalah kunci: Batas ini berfungsi sebagai “rem darurat” sebelum emosi mengambil alih kemudi.

5. Ubah Pola Pikir: Fokus pada Proses, Bukan Hasil

Chasing losses terjadi karena kita terlalu terobsesi pada hasil akhir (uang). Mulailah beralih fokus pada kualitas keputusan.

  • Keputusan yang benar bisa saja berakhir rugi (karena faktor luar), tapi keputusan impulsif karena emosi hampir selalu berakhir buruk.
  • Hargai diri Anda karena mampu berhenti saat kalah, bukan karena nekat mencoba menang kembali.

Kesimpulan

Menghindari chasing losses adalah tentang pengendalian diri. Pasar atau peluang investasi akan selalu ada besok, tetapi modal Anda bisa habis hari ini jika Anda tidak waspada. Ingatlah bahwa menjaga apa yang Anda miliki saat ini jauh lebih penting daripada mengejar apa yang sudah hilang.